Minggu, 22 April 2012

"...Yang penting halal..."






Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh



Saudaraku seiman,
kali ini saya ingin berbagi sedikit poin-poin penting yang dapat diambil dari sebuah kajian yang saya ikuti. adapun kajian tersebut bertemakan " Demi Uang Semua Dihalalkan"

Saudaraku seiman yang dirahmati Allah SWT,
sebagai orang muslim sudah sepatutnya kita mengais rezeki dengan cara yang halal. perkara halal dan haram itu telah dibedakan dan dijelaskan oleh Allah SWT sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW (HR Bukhari):
An-Nu'man bin Basyir berkata, "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, 'Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat hal-hal musyabbihat (syubhat / samar, tidak jelas halal-haramnya), yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa yang menjaga hal-hal musyabbihat, maka ia telah membersihkan kehormatan dan agamanya. Dan, barangsiapa yang terjerumus dalam syubhat, maka ia seperti penggembala di sekitar tanah larangan, hampir-hampir ia terjerumus ke dalamnya. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai tanah larangan, dan ketahuilah sesungguhnya tanah larangan Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya. Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada sekerat daging. Apabila daging itu baik, maka seluruh tubuh itu baik; dan apabila sekerat daging itu rusak, maka seluruh tubuh itu pun rusak. Ketahuilah, dia itu adalah hati.'

Saudaraku seiman yang dirahmati Allah SWT,
Rasul SAW telah bersabda dalam sebuah hadis shahih:
"Setiap daging yang yang tumbuh dari sesuatu yang haram maka neraka lebih pantas baginya".
Perkara halal dan haram jangan sampai dianggap sepele, lihatlah sabda Rasul SAW diatas, Beliau menegaskan akan bahayanya keharaman itu yang masuk kedalam tubuh kita. Saudaraku ketahuilah bahwasannya perspektif harta dalam islam adalah harta yang digunakan di jalan Allah SWT, bukan harta yang disimpan atau dikumpulkan. Sebanyak apapun harta yang kita kumpulkan, baik itu di rumah, di bank, atau diinvestasikan dalam bentuk tanah, rumah, dan sebagainya, semua itu hanya akan menjadi 'Harta Waris', sedikit pun tidak akan kita bawa ke Yaumul Akhir kelak kecuali harta yang telah digunakan di jalan Allah SWT.
oleh karena itu, mari kita tanamkan sebuah prinsip di dalam diri kita, "Yang penting halal"...jangan hiraukan berapa jumlahnya,nominalnya,sedikit atau banyaknya karena sesungguhnya rezeki setiap makhluk yang ada di bumi ini telah dijamin oleh Allah SWT, tinggal bagaimana usaha kita.

Sekian kiranya sedikit pesan yang dapat saya sampaikan.
Semoga bermanfaaat :)

Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh




Tidak ada komentar:

Posting Komentar